Kreatifitas Yang Bernilai

  Tanggal 25 Agustus 2013 merupakan hari yang sangat bernuansa bagi kami berbagai kegiatan kami tuangkan dalam hari deklarasi E-SDMI selain Upacara pengibaran bendera kami juga mengadakan lomba - lomba diantaranya Lomba membaca puisi, Lomba Kuis Entrepreneur, Lomba Holahop (sebagai hiburan) ,Lomba Menulis, Lomba Publik speaking, Lomba kreatifitas daur ulang, dan tidak lupa bagi sahabat E-SDMI yang membawa teman terbanyak dalam kegiatan tersebut pun dapat apresiasi dari Team pelaksana E-SDMI. Merah Putih menambah semarak dan semangat acara tersebut tidak memandang tempat dan cuaca semangat sahabat E-SDMI begitu bergelora dimulai pukul 10 pm waktu Hongkong Upacara bendera sampai selesai dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan-perlombaan, berbagai kreatifitas mereka tuangkan disana.

   Diantara kreatifitas yang sangat menarik dan mempunyai nilai jual yaitu hasil karya mbak Ratna Dewi Eka Pratiwi dan Rinta Musrifah hasil kreasi yang mereka tampilkan yaitu sepasang burung Merpati yang terbuat dari busa bekas bungkus televisi, kawat kecil dan juga stoking. Dengan kejelian mereka kini bahan-bahan tersebut menjadi karya yang bernilai dan mempunyai daya jual.



  Karena kejelian tersebut peluang usaha pun pasti terwujud, dari karya yang mbak Ratna (Fb: dan Rinta hasilkan sudah mempunyai harga jual dan itu sekaligus penghasilan ,dari mengubah Rongsokan menjadi sebuah karya sesuai dengan definisi Entrepreneur menurut Bapak Ciputra '' Mengubah Rongsokan menjadi Emas'' yaitu bagaimana memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi berguna dan mempunyai nilai jual. . Tidak kalah Jeli lagi Sahabat E-SDMI yang satu ini biasa disapa mbak Nur Ahmad ini walau dibilang rumit namun dia mampu menghasilkan logo GEW yang terbuat dari plastik-plastik warna warni bekas ,kardus bekas dia buat dengan sulaman jahit tangan hingga menghasilkan logo GEW hampir menyerupai . memang ide-ide brilian mereka patut di acungi jempol dan harus benar-benar kita junjung dan tunjukan ke Publik .
Para pemenang lomba Kretifitas dan Inovasi daur Ulang barang bekas


    Walau hanya memanfaatkan waktu luang dan hari minggu namun tidak mematahkan semangat kami untuk maju dan berkreatifitas menunjukan kemampuan diri. 

    Mari Sahabat jangan ragu untuk memulai disini E-SDMI ada untuk kita semua kami bersatu untuk semua untuk kami ,untuk kita, untuk kalian dan untuk dunia.

Perbedaan dalam kebersamaan (Profile tim E-SDMI)

Kiri-kanan:Indraningsih,Zee Gadies,Misi Giardi,Anik Suwarni,Rossy Eka,Muji Wothy,Derry/Daeri,Sofyala Comel

      Keceriaan selalu mewarnai hari - harinya begitulah sekilas tangkapan setiap mata yang memandang. Dibalik kecerian dan senyuman yang khas tersimpan begitu banyak kerinduan terhadap keluarga yang berada diseberang. Keluargalah penyemangat, serta motivasi terkuat bagi sahabat kita ini. Dialah sekelompok BMI yang tergabung dalam tim E-SDMI DAY (Entrepreneur- Sumber Daya Migran Indonesia). Semangatnya dalam belajar ditunjukan dengan keberhasilan menjadi pemenang dalam lomba gagasan kreatif tentang SDMI day. Menantang sekaligus menegangkan begitulah pesaaan dari masing-masing peserta.

       Sebelumnya saya akan memperkenalkan satu persatu para sahabat yang tergabung dalam tim SDMI. Walau dari kami ber-8 terdapat bermacam perbedaan namun antara satu dengan yang lainnya bisa saling melengkapi kekurangan serta kelemahan yang ada dalam diri kami. Semangat kebersamaan, menjadi poin penting dalam kebersamaan kami ber-8.

     
       Membuka perkenalan kita kali ini saya akan mengenalkan sahabat yang satu ini, dialah mbak Indra Ningsih. Mbak Indra, ini merupakan orang yang kita tuakan dalam tim SDMI karena dialah orang yang paling tua diantara kami. Tua yang saya maksud bukan berarti rambutnya sudah putih lho ya...hehehehe. Melainkan sikapnya yang tegas juga disertai rasa persaudaraan yang tinggi, walaupun dari segi umur bisa dibilang diatas kami, mbak yang satu ini akan dengan senang hati menerima semua kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kebaikan bersama. Mbak Indra yang bekerja di keluarga Mr. Jacky Wu dan Ms. Pak Ka Ying Caroline. Bekerja di Hongkong sudah 6 tahun dengan job menjaga, merawat dan mengasuh bayi. Sebuah prestasi yang membanggakan tentunya mbak Indra berhasil mendapat juara ke 2 dalam kategori bisnis model Canvas atau canvas bisnis dalam program entrepreneurship yang bertajuk mandiri sahabatku. Program mandiri sahabatku disponsori sepenuhnya oleh bank Mandiri dan bekerjasama dengan UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneur Centre).

     

      Berikutnya kami memanggilnya dengan sebutan teteh, gaya  dan logat bahasanya sangat berbeda dengan yang lainnya dialah teh Daeri Carlim/Derry. Teh Derry ini dilihat secara sepintas pembawaannya yang kalem dan lemah lembut juga ringan tangan suka membantu pada mereka yang membutuhkan bantuan. Ibu dari seorang anak yang bernama Sallsa ini bekerja di Hongkong sudah hampir 6 tahun. Motifasi terbesarnya bekerja di Hongkong karena ingin membantu perekonomian keluarga dan ingin melihat anaknya bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. Teh Derry, dalam pelatihan entrepreneur mandiri sahabatku juga sempat mendapat kejutan yang mungkin tidak akan pernah dilupakan yaitu bank mandiri membawa anak serta bapak ke Hongkong guna untuk dipertemukan. Selama hampir 6 tahun antara ibu dan anak tidak bertemu sungguh suatu peristiwa yang mengharukan.

 
      Selanjutnya adalah, kami biasa memanggil dengan sebutan Muji sesuai dengan nama yang dipakai dalam akun facebook. Muji berasal dari luar pulau jawa lebih tepatnya dia berasal dari Palembang. Sikapnya yang ramah, dan memiliki postur tubuh yang paling gede diantara kami. Dalam pembelajaran entrepreneurship dia sebagai salah satu admin di kelompok kelas mentor. Kelas mentor yang diasuh langsung oleh Bp Agung B. Waluyo. Kelas ini dibentuk dengan tujuan untuk memperdalam kecakapan kita dalam berentrepreneur. Muji juga menjadi salah satu Astor di program PER angkatan ke 2. Sifatnya yang suka menolong, menjadikan dia rela untuk membantu membimbing teman-teman lainnya yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran tersebut.

   

    Untuk sahabat kita yang selanjutnya adalah Anik Bjn suwarni. Mbak Anik pernah menjadi ketua kelas di dalam kelas yang pernah kita ikuti. Lebih tepatnya ketika kami mengikuti kelas PER (Pengantar Entrepreneur Ritel) dikelas A. Sepintas kalau kita lihat teman kita yang satu ini terkesan lebih pendiam dibandingkan teman-teman yang lainnya. Dan motto hidupnya adalah jika diam akan membuat keadaan lebih baik, maka dia akan memilih untuk diam. Hehhheh.....Peace-peace mbak Anik...^_^  Biarpun terkesan sebagai seorang pendiam, mbak Anik orangnya sangat bisa diajak untuk bekerjasama. Bekerja di Hongkong pada keluarga  Mr. Chan Tony Ho. Tentunya bukan menjadi keinginan kita bekerja ke luar negri jauh dari keluarga apalagi dengan menyandang predikat TKI. Namun mulai saat ini bertekat untuk menjadi SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia) yang bukan hanya sekedar pahlawan devisa, melainkan juga sebagai pahlawan bagi keluarga dan orang otang-orang yang kita kasihi.

      Anggota kelompok kita selanjutnya adalah Sofyala Comel. Sahabat kita yang satu ini berasal dari Jawa Tengah, dia juga mempunyai ciri-ciri yang sangat unik. Diam-diam menghanyutkan, bekerja di Hongkong hampir kurang lebih selama 6 tahun dan dalam waktu dekat, 3 minggu dari sekarang dia akan memutuskan untuk kembali ketanah air dan ingin belajar menerapkan ilmu entrepreneur yang kita pelajari selama di Hongkong. Tekadnya semakin bulat ketika kami lulus dalam pelajaran melalui online yang diselenggarakan oleh UCEO. Dia ingin sekali secepatnya untuk bisa kembali kekampung halaman dengan tekat dan semangat perjuangan 45. Sebelumnya kita kasih selamat ya...karena setelah kembali ke tanah air Soffy begitu kita sapa, siap  akan mengakhiri masa lajangnya. Dan akan meneruskan perjuangan berentrepreneur dengan sang pujaan hati. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru ya...cayauuu...

     Berikutnya adalah Zee Gadis Ceria, ya begitulah nama akun di media facebooknya. Zee merupakan salah satu pembelajar yang tangguh, Dia rela menghabiskan waktu malamnya untuk belajar Bahkan tidak jarang menghabiskan waktu untuk belajar sampai dini hari. Waktu menunjukkan sudah pukul 04.00 dini hari dia masih bersemangat untuk belajar mengerjakan semua tugas-tugas, bahkan sering juga ketiduran diatas komputer karena sangat cepeknya. Dan tidak heran kalau Zee mendapat prestasi yang bisa dibanggakan yaitu memperoleh piagam penghargaan sebagai peserta dengan prestasi akademik terbaik pertama dari kelas C yang diasuh dan dibimbing oleh Bp Nur Agustinus dari UCEO.Pernah juga memenangkan kompetisi menulis yang diadakan oleh UCEC.

      Sahabat kita  yang satu ini adalah Misi Giardi. Dari Magetan jawa Timur dia berasal, dan bekerja di Hongkong kurang lebih 6 tahun. Dia juga menjadi ketua kelas dalam pembelajaran jarak jauh melalui online dari kelas C dan juga mendapatkan penghargaan sebagai peserta dengan prestasi akademik terbaik ke 2 dari pembelajaran jarak jauh ini. Di dalam pelatihan entrepreneurship Mandiri Sahabatku kelas Lanjutan batch 1 dia juga mendapat juara 2 kategori Inovasi Promosi, jadi serba 2 dech...asal bukan suaminya ntar yang dua ya....!!! hehehe
Sahabat kita yang satu ini sangat hebat namun tidak begitu terlihat hehehh....pada saat pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Misi yang saya rasakan adalah kok anak ini sangat cuek banget ya, dan terkesan tidak mempedulikan orang lain. Ternyata kesan pertama saya berlahan mulai luntur setelah kita dipertemukan dalam sebuah kelas entrepreneur. Ternyata ada benarnya pepatah lama yang satu ini "tak kenal maka tak sayang" Setelah kita sudah terbiasa ternyata anaknya juga sangat menyenangkan. Sedikit pendiam, namun juga suka humor... hehehhe  Jiwa sosialnya yang tinggi membuat hatinya tergerak untuk membantu dan menolong temannya yang merasa kesulitan dalam mengikuti kelas entrepreneur online bersama Universitas ciputra.

      Dan yang terakhir adalah saya sendiri, Eka Rossyta. Dari ke-7 sahabat saya diatas mereka bilang sayalah yang paling cerewet dan yang paling keras suaranya ketika berdiskusi.  Heheheh...dalam mengemukaan pendapat biasanya tidak memikirkan pendapatnya benar ataupun kurang benar. Rossy sendiri adalah orang yang mudah bergaul dan cepat bisa beradaptasi (kata-kata ini bukan saya yang nulis lho ya... Sebuah kalimat yang ditulis oleh dari ke 7 sahabat saya diatas). Rossy begitu teman-teman menyebutnya, berasal dari kota tahu kediri Jawa Timur. Bekerja di Hongkong sudah hampir kurang lebih 8 tahun. Motivasi utamanya dalam bekerja adalah keluarganya, ingin melihat kehidupan keluarganya berubah menjadi lebih baik maka tidak heran kalau setelah lulus sekolah memberanikan diri untuk bekerja di Hongkong. Dalam belajar sebenarnya dia tidak terlalu pandai, namun dengan semangat dia bisa dinyatakan lulus dan mendapat prestasi terbaik ke 2 dari program pengantar entrepreneur ritel yang di ikuti selama bekarja di Hongkong.

      Demikian perkenalan singkat  para sahabat yang tergabung dalam tim E-SDMI. Semoga bisa bermanfaat untuk semuanya, jika ingin berkenalan lebih lanjut dengan sosok yang saya sebutkan diatas bisa langsung kirim e-mail ke esdmione@gmail.com dan bisa juga langsung add akun facebook dari masing-masing. Salam Entrepreneur...

Pernyataan SDMI


      Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat serta hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua sehingga dikesempatan ini kami dipertemukan orang-orang yang tepat. Dikesempatan yang baik ini kami Sumber Daya Migran Indonesia (SDMI) yang menyandang status sebagai buruh ingin menyampaikan kepada Indonesia dan dunia bahwa kami bukan hanya sekedar pekerja yang mengandalkan tenaga yang akan kami sampaikan lewat pernytaan kegiatan kami.
    
     Suatu kebanggan tersendiri bagi kami para Buruh Migran Indonesia (BMI) bisa melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih di negeri beton (Hongkong). Upacara yang diselenggarakan di Victoria Park pada hari Minggu, 25 Agustus 2013 berjalan dengan hikmat. Selain untuk memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus 45 juga kami laksanakan sebagai hari E-SDMI (Entrepreneur-Sumber Daya Migran Indonesia) yang seharusnya jatuh sehari setelah hari kemerdekaan tepatnya 18 Agustus 2013 untuk yang pertama kalinya dengan pernyataan bahwa ada sekelompok BMI yang tidak mau sepanjang hayat jadi "buruh" namun ingin membangun diri menjadi bos untuk diri sendiri dan bangsa.
Adapun isi dari deklarasi tersebut adalah sebagai berikut:
5 PERNYATAAN / DEKLARASI SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia).
1.     Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA manusia Indonesia ciptaan mulia TUHAN YME memiliki hak & tanggung jawab setara untuk membangun diri dan ikut membangun bangsa. 
2.     Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA sudah membuktikan kepada bangsa bahwa kami sanggup berdiri diatas kaki sendiri, mengabdi kepada keluarga dan ikut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tanah air. 
3.     Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA bukan sekedar anak bangsa penghasil devisa karena kami adalah pembelajar sepanjang hayat yang bertekad membangun diri jadi insan Indonesia yang cerdas, cakap dan sanggup bersaing. 
4.     Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA akan ber-entrepreneur ikut serta mencipta lapangan kerja bagi bangsa dan terus menginovasi diri untuk jadi inspirasi bagi keluarga dan komunitas kami.
5.     Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA meletakkan tanggung jawab masa depan di pundak kami sendiri dan dengan percaya diri serta saling bergandeng tangan mempersiapkan diri sanggup jadi sejahtera di tanah sendiri.
    Upacara yang pertama kali kami lakukan setelah puluhan tahun kami tinggalkan berjalan dengan lancar meski diiringi rasa ketakutan karena tidak adanya izin maupun adanya larangan mengibarkan bendera selain bendera kebangsaan Hongkong dan China. Namun hal tersebut tidak memudarkan semangat kami untuk terus melaksanakan pengibaran bendera pusaka karena sudah persiakan segalanya dengan ide kreatif untuk memperkecil resiko. Tidak mudah memang melaksanakan kegitan tanpa adanya pelatihan, tanpa adanya diskusi secara langsung face to face antar petugas namun semua itu tidak menjadi masalah bagi kami. Dengan bermodalkan daya ingat disertai kecakapan memanfaarkan media internet seperti goggle, youtube kami mampu melaksanakan tata cara upacara dengan inisiatif masing-masing sebagai petugas.

    Terlihat jelas sekali di raut wajah para SDMI yang sangat merindukan tanah air Indonesia. Semua peserta upacara mengikutinya dengan penuh antusias dan semangat. Kebersamaan kami begitu erat tanpa adanya dinding penghalang, saling bahu membahu dalam segala hal.

     Sehabis upacara dibubarkan kami lanjutkan dengan kegiatan perlombaan dengan beberapa katagori. Ada lomba membuat kerajinan dari bahan bekas, lomba menulis, lomba public speaking, lomba baca puisi, kuis entrepreneurship, lomba pembawa peserta terbanyak, dan sebagai hiburan lomba holahop. Tidak sedikit yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam perlombaan. Kegiatan yang kami buat ternyata menarik BMI lain yang belum mengetahui ataupun mengenal Entrepreneurship dari situ akhirnya mereka bergabung bersama kami.

     Tidak sedikit BMI Hongkong kususnya yang memiliki ketrampilan yang patut untuk diperlihatkan kepada masyarakat. Banyaknya organisasi-organisani di Hongkong baik itu dalam bidang keagamaan, ketrampilan, kepribadian, kesenian dan keahlian dan sebagainya semakin menunjukan kredibilitas dari BMI yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Kemampuan dalam menguasai diri, keadaan dan kemampuan dalam berdiplomasi serta kemampuan-kemampuan dan prestasi yang diperoleh semakin meyakinkan dunia bahwa BMI bukan sekedar buruh migran biasa yang hanya mampu mengandalkan tenaga.

     Satu semboyan yang selalu pantas untuk diingat bahwa “ BMI JADI PENGUSAHA PASTI BISA”. Dengan mindset Entrepreneur kita mampu untuk merubah kotoran dan rongsokan menjadi emas, mampu untuk mengubah segala sesuatu yang tidak penting atau bahkan dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Mampu melakukan perubahan-perubahan yang kreatif dalam hidup dan mau mencari/menciptakan suatu ide-ide kreatif, inovetif yang diterima pasar. Dengan segala kemampuan ini maka kami menyebut diri sebagai Sumber Daya Migran Indonesia (SDMI). SDMI terbentuk karena adanya jiwa dan ruh entrepreneur dalam diri. SDMI terlatih untuk tidak takut dengan kegagalan dan tidak mudah menyerah bila mengalami kegagalan, bisa menghasilkan wirausaha-wirausaha sekecil apapun bentuknya, mempunyai kemauan yang keras serta keyakinan yang kuat untuk mewujudkan setiap gagasan dan inovasi didalam bentuk nyata. Sebagai SDMI kami belajar untuk lebih berani mengambil resikokarena orang yang tidak berani mengambil resiko adalah orang yang tidak akan pernah bisa maju

Asal mula SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia)


      Hari E-SDMI adalah sebuah hari yang untuk pertama kali gagasannya disampaikan oleh UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Centre) kepada sekelompok BMI (Buruh Migran Indonesia) peserta pelatihan entrepreneurship Mandiri Sahabatku di Hong Kong. Gagasan ini ternyata mendapat sambutan penuh semangat dari peserta pembelajaran dan kemudian bola bergulir terus sehingga lahirlah blog ini. Hari E-SDMI (Entrepreneur-Sumber Daya Migran Indonesia) dirancang untuk menyampaikan kepada Bangsa Indonesia dan dunia, bahwa ada sekelompok BMI (Buruh Migran Indonesia) yang ingin menyebut diri sebagai SDMI atau Sumber Daya Migran Indonesia. Dengan kata SDMI kami yang sekarang berstatus “buruh” ingin menyatakan kepada masyarakat bahwa dengan belajar dan berinovasi kami bisa menjadi apa saja yang ada dalam impian kami. Apakah itu jadi pengusaha (entrepreneur), jadi pekerja profesional ataupun jadi profesor sekalipun. Kami pembelajar entrepreneurship paham bahwa entrepreneurship bukan sekedar berdagang tapi itu adalah ilmu kehidupan tentang bagaimana mengubah “kotoran dan rongsokan jadi emas”. Dengan kalimat lain mengubah apa yang kurang berharga atau tidak berharga menjadi sangat bernilai dan mendapat sambutan pasar. Kami tidak akan menunggu waktu untuk mempraktekkan entrepreneurship saat kembali ke tanah air namun sekarang, di tempat kerja kami di luar negeri, kami akan “entrepreneur”kan diri kami sendiri. Kami akan terus belajar, berubah dan menginovasi diri supaya hidup pribadi kami menjadi bukti bahwa ruh entrepreneurship itu sudah jadi milik kami. Kami ingin menginovasi hidup yang hanya sekali ini menjadi sangat bernilai dan berguna bagi kami sendiri, keluarga kami serta nusa dan bangsa. Kami ingin membangun komunitas SDMI yaitu para pembelajar entrepreneurship, mereka yang paham betapa pentingnya kreatifitas dan berani berbeda selama itu berguna. 

       Sebagai SDMI kami memiliki hak penuh untuk membangun impian dan cita-cita, terus bersemangat menghadapi kehidupan serta meningkatkan kualitas diri kami menjadi makin bernilai. Itulah sebagian pesan yang kami terima selama menerima pembelajaran tentang entrepreneurship dari UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center). 

       Untuk mewujudkan hari E-SDMI yang pertama ini Bpak Antonius Tanan selaku presiden di UCEC memberikan sebuah tantangan terhadap BMI (Buruh Migran Indonesia) yang berada di Hongkong dan Singapura Kami ditantang untuk mengembangkan gagasan aktivitas untuk memperkenalkan secara kreatif gagasan SDMI kepada seluruh warga Indonesia dan tidak menutup kemungkinan untuk seluruh warga dunia. Ini merupakan tantangan tersendiri tentunya buat kami yang berada di Hongkong, tidak mudah memang namun kami memiliki semangat untuk melakukan sesuatu yang baru.

       Kemudian pada akhir bulan Juni 2013 yang lalu pihak UCEC mengadakan sebuah kompetisi gagasan diantara peserta pelatihan tentang bagaimana merayakan hari E-SDMI sekaligus menyebar luaskan gagasan SDMI seluas mungkin dengan modal hanya sejumlah US$ 100. Ini sebuah tantangan yang tak gampang mengingat jumlah BMI di Hong Kong saja sudah sekitar 150.000 orang dan penduduk Indonesia sekitar 240 juta orang. Bagaimana mungkin dengan US$ 100 mencapai tujuan itu? Apa yang harus kami lakukan dengan US$ 100 sehingga sebanyak mungkin BMI di Hong Kong dan masyarakat di Indonesia dapat mengetahui bahwa ada sekelompok BMI yang tidak mau sepanjang hayat jadi “buruh” namun ingin membangun diri jadi Sumber Daya Manusia (human capital) untuk bangsa? Disinilah letak ilmu entrepreneurship harus kami gunakan yaitu bagaimana melakukan inovasi untuk menghadapi tantangan. Kemudian para peserta pelatihan membentuk kelompok-kelompok dan mengajukan ide kepada UCEC di Jakarta. Setiap kelompok mengajukan ide atau gagasan kreatif tentang bagiamana merayakan E-SDMI dan bisa berdampak luas. 

      Pemenang lomba gagasan ini akan mendapatkan hadiah sebesar US$ 100 yang harus digunakan untuk mewujudkan gagasan pemenang tentang bagaimana merayakan hari E-SDMI tersebut. Sudah pasti kami sangat bahagia jika seandainya kami bisa ikut berpartisipasi dalam mewujudkan SDMI DAY ini. Bukan karena Kami ingin menginginkan US$ 100, melainkan karena SDMI DAY ini milik kita bersama, milik seluruh TKI atau BMI yang berada di Hongkong bahkan seluruh TKI yang berada diseluruh penjuru dunia. Batas akhir pengumpulan ide diberi tenggang waktu sampai akhir bulan Juli. Supaya diawal bulan Agustus bisa diumumkan pemenangnya. Sesuai target rencana semula hari SDMI DAY bisa dilakukan di bulan Agustus, karena dibulan Agustus merupakan hari yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Hari dimana bangsa Indonesia bersuka cita merayakan kemenangan atas perjuangan, pertempuran para pahlawan kita terdahulu yang merebut kemerdekan dengan bercurah darah, usaha serta kerja keras habis-habisan demi merebut yang namanya "KEMERDEKAN". Dalam perencanaannya kalau bisa perayaan hari SDMI bisa dilakukan setelah 1 hari kemerdekaan RI . Namun karena ada beberapa pertimbangan maka dari pihak UCEC memberikan kelonggaran waktu, masih bisa dilakukan selama masih dibulan Agustus.
     
      Pembelajaran entrepreneurship di Hong Kong mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Bank Mandiri. Bank terkemuka ini memiliki kesungguhan hati untuk memberdayakan para BMI untuk jadi Pengusaha. Bank Mandiri lah yang menyediakan fasilitas pelatihan dan membiayai para pelatih UCEC untuk dapat melatih kami di Hong Kong. Pembelajaran entrepreneuship tidak hanya kami terima di ruang-ruang kelas namun juga melalui media sosial facebook. Karena jarak antara Jakarta dan Hongkong tidak memungkinkan untuk bisa belajar secara langsung bertatap muka secara terus menerus. Melalui fasilitas media sosial pembelajaran kami terjadi terus menerus dan ini makin membuat kami yakin bahwa kami adalah SDMI bukan sekedar BMI lagi. Dari keseriusan UCEC dan Bank Mandiri ikut serta memajukan BMI kami sangat termotivasi, seakan semangat kami melambung tinggi dan kian membuncah untuk segera mewujutkan impian kami. Kami ingin secepatnya kembali ke tanah air, mencipta kerja bagi diri sendiri, berkumpul kembali dengan orang-orang kami cintai.

KECAKAPAN BMI

   
    BMI yang kami sebut sebagai SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia) adalah sosok seorang pemburu peluang, bekerja keras, berani menghadapi tantangan dan tidak takut akan kegagalan. Bagi kami kegagalan adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk bisa bangkit menuju perbaikan. Kami sudah terbiasa bekerja bersama orang-orang asing sehingga secara tidak disengaja kami mempunyai kecakapan kerja yang berkualitas jika dilihat dari berbagai sudut pandang (cekatan, rajin, bisa menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, sangan menghargai sebuah tanggung jawab, memahami bahasa asing, mampu beradaptasi, tidak takut ancaman karena kami mampu mengambil resiko yang terukur).

      Tidak ada seorangpun yang bercita-cita menjadi seorang TKW/TKI namun apalah daya kerena keadaan ekonomi membuat para TKW/TKI mengambil keputusan untuk bekerja di negeri yang sama sekali tidak dikenalinya dan ini adalah sebuah tantangan untuk berani memasuki dunia yang bisa dikatakan gelap baginya. Ini adalah pembuktian bahwa BMI berani mengambil resiko dan tidak takut akan sebuah ancaman. Demi keluarga dan masa depan sebuah rintangan akan dihadaminya itulah tekat BMI saat pertama kali memutuskan untuk bekerja di Negri beton.

      Saat pertama kali kami para BMI menginjakan kaki di Negri orang, isak tangis mengiring langkah kami. Kami harus harus berpisah dengan keluarga tercinta kami, sahabat-sahabat kami, kekasih kami, anak-anak kami dan suami kami bagi kami yang sudah berkeluarga. Pernahkah itu terbayangkan bagi semua orang??
Dengan tekad yang bulat air mata tidak kami hiraukan demi masa depan anak-anak dan keluarga kami. Meski kami dipandang rendah, dihina hanya karena status yang kami sandang sebagai BMI dan menjadi bahan pembicaraan   baik di media maupun mata masyarakat tidak mematahkan semangat kami untuk tetap mencari nafkah dengan membawa sebuah harapan.

       Bagi kami perjalanan ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah sebuah awal cerita kesuksesan kami suatu saat. Pekerjaan kami saat ini merupakan sebuah batu loncatan untuk mewujudkan sebuah impian. Akan kami buktikan kepada dunia bahwa BMI adalah Sumber Daya Migran Indonesia yang mampu berdiri diatas kaki sendiri dengan sebuah inovasi yang kami miliki.

      Kami adalah mahluk yang mempunyai talenta, semangat juang yang tinggi serta memiliki kreatifitas. Kami adalah warga yang mencintai Tanah Air Indonesia namun memiliki wawasan internasional, cara pandang internasional dan cara kerja internasional. Kami adalah sekelompok BMI yang belajar ilmu Entrepreneurship sehingga kami memiliki bekal Mindset Entrepreneur untuk mewujudkan impian kami dengan mengembangkan passion yang ada.

5 ASET KEHIDUPAN SDMI
Kami SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia) percaya diri mampu meraih impian kami karena 5 Aset Kehidupan dibawah ini telah kami miliki dan sedang kami kembangkan terus menerus. 
1. CITA-CITA MULIA MENGUBAH MASA DEPAN
2. KEUNIKAN BAKAT & TALENTA KAMI
3. SEMANGAT MEMBARA MEMBANGUN DIRI & BELAJAR ENTREPRENEURSHIP
4. PAHAM BAHASA ASING & PENGALAMAN BEKERJA DI DALAM BUDAYA KERJA KOTA DUNIA
5. JEJARING SDMI SEDUNIA & SETANAH AIR


BMI JADI PENGUSAHA PASTI BISA.....!!!

JANGAN PANDANG KAMI SEBELAH MATA (Suara Hati)

Ditulis dan dipaparankan langsung oleh Lia Samatron (nama fb) sebagai ungkapan perasaan yang saat ini sedang dia rasakan. Sebagai seorang BMI "Lia" begitu dia disapa, pekerjaan dalam kesehariannya sama seperti kebanyakan BMI lainnya. Pekerjaan utamanya adalah memesak, mengepel, belanja ,dan lain sebagainya. Namun ada yang berbeda dalam diri Lia. Lia diantara kesibukan pekerjaannya masih meluangkan waktunya untuk belajar tentang entrepreneurship. Berikut ini merupakan kutipan tulisan tangan Lia yang sebelumnya Tidak pernah diajarkan untuk seorang TKI atau BMI.

     Saya memang baru 2 tahun saja bekerja di Hongkong, dan mengetahui ternyata BMI ( Buruh Migran Indonesia ) sungguh luar biasa dalam memanfaatkan hal yang positif di Hongkong. Tidak pernah terlintas di benak saya bahwasannya Hongkong adalah tempat mencari rejeki juga mencari ilmu yang mungkin tidak akan saya dapatkan di Indonesia karena keterbatasan biaya.

      Hongkong memang merupakan tempat paling favorit tujuan untuk bekerja bagi tenaga kerja Indonesia. Karena pemerintah Hongkong benar-benar memberi perlindungan dan membuat Undang-undang untuk tenaga kerja di Hongkong termasuk untuk BMI. Aktifitas yang padat dalam bekerja mulai Senen hingga Sabtu dalam jam kerja yang tidak menentu, tidak menutup kemungkinan BMI bisa berekspresi dan berkreatifitas pada hari Minggu.

      Tempat paling populer untuk BMI Hongkong adalah Victoria Park. Berbagai macam organisasi, kegiatan, hingga perpustakaan pun ada di sana. Belum lagi penjaja makanan yang ada menjual makanan khas Indonesia, seperti soto, bakso rawon, mie ayam. Pertama kali saya datang ke Victoria saya geli. Karena ingat dengan sebuah tempat rekreasi yang lengkap dengan penjual makanannya. Dari pengamatan saya, semangat BMI tidak pudar ditengah cuaca Hongkong yang ekstrem saat ini. Ada yang berangkat pagi untuk 'booking tempat' agar tidak keduluan teman lainnya, ada yang susah payah membawa koper besar yang berisikan buku-buku yang bisa disewa untuk bacaan BMI yang sangat bermanfaat.

     Hingga saya menemukan sebuah program yang menurut saya sangat bermanfaat untuk masa depan saya dan BMI lainnya. Program yang diadakan oleh Bank Mandiri yang bekerja sama dengan Universitas Ciputra Enterpreneurship Centre dalam satu wadah yang dinamakan Mandiri Sahabatku. Bagi saya pribadi mengikuti program ini sangat merubah pola pikir saya sebagai BMI. Dimana mereka Team UCEC menjabarkan bagaimana Enterpreneurship sesungguhnya. Semenjak Januari 2013 hingga sekarang saya mengikuti dan berkecimpung penuh dengan kegiatan Mandiri Sahabatku.

     Saya berpikir, Hongkong adalah tempat menimba ilmu, tempat mencari rejeki dan merupakan tempat pembelajaran kehidupan sesungguhnya. Banyak sekali kegiatan positif yang ternyata berhasil mencetak BMI yang berprestasi. Sebut saja Anna Nirwana, Rihanu alifa, dan juga beberapa nama yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Kegiatan seminar dengan tema yang mungkin orang Indonesia berpikiran, tidak mungkin diadakan di Hongkong, tetapi ternyata memiliki peminat yang banyak di Hongkong. Ippho Santosa, Adi W Gunawan, Bob sadino, Ust Yusuf Mansyur, Ikang Fawzi dan Marissa Haque adalah tokoh motivator yang pernah menginjakkan kakinya di Hongkong untuk memberikan pencerahannya bagi kami.

     Belum lagi media cetak yang diberikan kepada BMI untuk mengetahui berita tentang BMI dan Indonesia. Koran Indonesia, Bintang Indonesia, Apa kabar Plus, Majalah Iqro, Cahayaku, Irsyad dan masih ada lagi. Semua dikerjakan oleh BMI yang berbakat menjadi jurnalistik.  Kursus Rias dan Salon juga merupakan favorit di kalangan BMI, Grup dance dan peragawati pun ada. Dan mereka selalu mengikuti even yang diadakan di Hongkong yang berasal dari BMI pula.

     Pihak KJRI pun mendukung semua kegiatan positif yang ada di Hongkong tiap minggunya, dan memberikan "hadiah" kepada BMI dengan menyelenggarakan panggung gembira GRATIS dalam rangka Kemerdekaan Indonesia yang ke 68  dengan mendatangkan artis dari Jakarta, dan berhasil menghibur BMI pada hari Minggu tgl 18 Agustus 2013, termasuk saya yang langsung fresh sesudahnya.

    Tetapi saya dihentakkan oleh sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan dan menyesakkan dada. Awalnya saya tidak perduli, saya anggap wajar sebuah EO di Hongkong yang juga BMI mengklarifikasi masalah karena ada sesuatu hal dengan pihak yang diundang. Hingga suasana di beranda FB saya panas dengan masalah tersebut. Maklum hampir 90% BMI mempunyai akun FB. Ya...masalah Ustad Solmed yang membuat saya dan ratusan ribu BMI marah sekali. Dan semakin diperjelas dengan keberanian teman kami Rihanu Alifa yang menuliskan surat terbuka kepada Ustad tersebut dan akhirnya di bagikan oleh teman-teman yang lain. (terima kasih ya teh Rihanu)

     Dan beberapa teman saya di Indonesia juga bertanya kepada saya apa yang sebenarnya terjadi. Kalaulah saya dan semua BMI adalah komunis dan seperti yang dikatakan mungkin ada pihak yang menunggani masalah ini, itu SALAH BESAR. Saya sendiri bukan siapa-siapa dan tergolong pemain baru dalam aktivitas positif di Hongkong. Tapi apakah pantas sesama Warga Negara Indonesia menyebut kami seperti itu?

    Jangan remehkan kami, wanita Indonesia yang berjuang demi keluarga tetapi tetap mempunyai iman, dan menjaga harkat dan martabat Indonesia. Saya dan semua sahabat di Hongkong tidak akan mungkin tinggal selamanya di negeri beton ini. Ini adalah jalan dari Allah hingga kami bisa bekerja di Hongkong . Dan ternyata dengan jalan ini, banyak BMI yang cerdas, berpotensi dan berprestasi.Jangan pernah menghina kami hanya karena status yang kami sandang untuk saat ini tapi lihatlah nanti jika kami kembali ke tanah air,akan ku raih impianku sebagai Entrepreneur, akan ku bangun sebuah gedung yang tinggi, akan ku buat lapangan pekerjaan untuk saudara-saudaraku tercinta. saya tulis ini dari sebuah realita dan cita" seorang BMI

Salam hangat untuk semua Sahabatku di Hongkong 19082013

Kutipan ini kami ambil dari sahabat kita Lia Samatron.

Deklarasi SDMI

      Menyikapi permasalahan hidup ini, mari renungkan keadan sekitar lingkungan sekitar kita yang dikelilingi dengan kemiskinan. Banyak pengangguran terdidik maupun tidak terdidik dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan yang mencukupi kapasitas. Dari hal ini kita bisa simpulnya entrepreneur Indonesia sangatlah sedikit. Banyak sarjana yang menganggur karena sejak kecil orang tua mengajarkan sekolah yang pinter agar dapat pekerjaan yang baik tanpa mendidik mereka untuk bekerja pada dirinya sendiri (menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri).

     Melihat keadaan Indonesia dengan perekonomian yang tidak tercukupi seorang ibu rumah tangga terpaksa meninggalkan seorang anak untuk anak. Mereka para ibu tidak ingin anak-anaknya putus dari sekolah, tidak ingin masa depan anak-anaknya suram. Demi masa depan anak dan kehidupan yang layak seorang ibu rela mengorbankan perasaannya, rela diselubungi kesepian, rela mendapat hujatan, rela menahan tangis rindu bertahun-tahun. Semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk keluarga tercinta. Pemuda-Pemudi rela menghabiskan masa-masa remaja dalam perantauan dengan harapan mendapatkan kehidupan yang layak dan membahagiakan orang tua.

     Keprihatinan ini menggugah hati Bpk.Ciputra untuk menyebarkan dan menularkan ilmu entrepreneurship kepada semua kalangan, termasuk kami para BMI (Buruh Migran Indonesia). Beliau memimpikan 25 tahun lagi akan lahir 4 juta Entrepreneur baru di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari pesisir sampai ke pegunungan, dari desa sampai kota-kota besar. Anak petani, anak nelayan, anak guru, anak buruh, anak pegawai negri, anak polisi, anak tentara menjadi Entrepreneur (Dr.Ir.Ciputra). Kami para BMI yang dulunya gelap akan ilmu, lemah tanpa impian, menurut tanpa tujuan. Sempat kami lupakan mimpi-mimpi kami dikala kami terpaksa harus putus sekolah hanya karena keadaan ekonomi. Kami kehilangan semagat, kehilangan kepercayaan diri dan hilangnya sebuah harapan. Hari demi hari kami lalui begitu saja bagaikan mengikuti kemana arus air mengalir. Kini kami telah mempunyai sebuah road map kehidupan.

      Namun setelah tim UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center) datang dengan membawa cahaya entrepreneurship melalui program Mandiri Sahabatku, kami temukan kembali jati diri kami, kami temukan kembali mimpi-mimpi kami yang tertunda dan sempat sirna dari bayangan. Api entrepreneur telah membakar fikiran kami, membangun semangat kami untuk bergerak maju penuh inovasi. Kini telah kami temukan potensi diri kami sebabai SUMBER DAYA MIRGAN INDONESIA yang sanggup berdiri diatas kaki sendiri, menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain, kami adalah pembelajar yang semangat, dan kami mampu ber-entrepreneur.


5 PERNYATAAN /DEKLARASI SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia).
  1. Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA manusia Indonesia ciptaan mulia TUHAN YME memiliki hak & tanggung jawab setara untuk membangun diri dan ikut membangun bangsa. 
  2. Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA sudah membuktikan kepada bangsa bahwa kami sanggup berdiri diatas kaki sendiri, mengabdi kepada keluarga dan ikut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tanah air. 
  3. Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA bukan sekedar anak bangsa penghasil devisa karena kami adalah pembelajar sepanjang hayat yang bertekad membangun diri jadi insan Indonesia yang cerdas, cakap dan sanggup bersaing. 
  4. Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA akan ber-entrepreneur ikut serta mencipta lapangan kerja bagi bangsa dan terus menginovasi diri untuk jadi inspirasi bagi keluarga dan komunitas kami.
  5. Kami SUMBER DAYA MIGRAN INDONESIA meletakkan tanggung jawab masa depan di pundak kami sendiri dan dengan percaya diri serta saling bergandeng tangan mempersiapkan diri sanggup jadi sejahtera di tanah sendiri.
Keberanian SDMI akan mengubah segalanya.Berani bertindak dengan action nyata wujudkan mimpi.

5 KEBERANIAN SDMI (Sumber Daya MIgran Indonesia)
   1. BERANI membangun IMPIAN MASA DEPAN
   2. BERANI BERPIKIR & BEKERJA KERAS
   3. BERANI MENCOBA YG BARU
   4. BERANI BERUBAH
   5. BERANI menghadapi KEGAGALAN
Kami bukan hanya sekedar pahlawan keluarga, kami adalah pahlawan devisa negara yang akan membangun lingkungan dan bangsa.

 ASET KEHIDUPAN SDMI
Kami SDMI (Sumber Daya Migran Indonesia) percaya diri mampu meraih impian kami karena 5 Aset Kehidupan dibawah ini telah kami miliki dan sedang kami kembangkan terus menerus. 
1. CITA-CITA MULIA MENGUBAH MASA DEPAN
2. KEUNIKAN BAKAT & TALENTA KAMI
3. SEMANGAT MEMBARA MEMBANGUN DIRI & BELAJAR ENTREPRENEURSHIP
4. PAHAM BAHASA ASING & PENGALAMAN BEKERJA DI DALAM BUDAYA KERJA KOTA DUNIA
5. JEJARING SDMI SEDUNIA & SETANAH AIR
 
Support : E-SDMI DAY | Fans Page E-SDMI DAY |
Copyright © 2013. Entrepreneurship Sumber Daya Migran Indonesia (E-SDMI DAY) - All Rights Reserved
div>